Puisi Untuk Ibu Yang Sungguh Menjamah Bikin Baper (Ibu Saya Rindu Pada Mu)

PUISI UNTUK IBU YANG SANGAT MENYENTUH BIKIN BAPER  PUISI UNTUK IBU YANG SANGAT MENYENTUH BIKIN BAPER (IBU AKU RINDU PADA MU)

Puisi untuk ibu, Puisi yang sanggup dibacakan seorang anak untuk ibu yang disayangi dan cintai. Puisi yang menjamah hati, yang mengingatkan kasih sayang seorang ibu pada anaknya, sejak ia mengandung 9 bulan hingga anak menjadi dewasa. Cinta dan kasih ibu takan pernah terbalas dan tergantikan.
IBU AKU RINDU PADA MU


Ibu
Dari segumpal darah saya tercipta dalam rahim mu
Hingga saya menjadi makhluk tepat ciptaan-Nya
Makhluk yang nantinya menjadi titipan untukmu
Hingga saya lahir ke dunia ini

Ibu
Kau jaga, rawat, dan lindungi aku
Kau ajari saya bertutur kata demi kata
Kau ajari saya bertindak tanduk
Kau ajari saya ihwal baik dan buruk

Ibu
Dalam senyummu kamu sembunyikan letihmu
Dalam derita siang dan malam yang kamu jalani
tak sedetik pun menghentikan langkahmu
Untuk sanggup memberi sesuap cinta dari tanganmu
agar sanggup memberi impian gres yang terbaik 
untuk anakmu ini.

Ibu
Kaulah malaikat ku
Yang memberi cahaya kehidupan kecil dan dewasaku
Dengan senyum bagus yang senantiasa terpancar dari bibirmu
untuk menguatkan batinku mudah-mudahan tergar berdiri
menghadapi pahit dan getirnya kehidupan ini.

Sinar cintamu akan ku kenang selalu
Cintamu itu akan terus bercahaya di hatiku
Bagaimanapun, saya belum sanggup membalas cinta, 
kasih sayang dan pengorbanan mu

Aku sadar dan mengerti
Tiada muara kasih sedalam hati ibu
Doa dan belaianmu tanpa terputus kan selalu
Kini baktiku seakan tiada sempurna
Pengabdianku padamu kurang rasanya
Kesibukanku lalaikan tugasku selaku anakmu
Hanya doa yang sanggup ku panjatkan
Hanya terimakasih ku 
yang sanggup ku sampaikan pada mu ibuku.

Nyatanya
Bukan setumpuk emas yang kamu kehendaki dalam kesuksesanku
tapi prospek hatimu menyaksikan senyum dan kebahagiakanku
Dan yang senantiasa kuingat kamu berkata pada ku
Aku menyayangimu kini dan selamanya
hingga hingga waktu saya tak lagi bersamamu
aku menyayangimu anakku dengan ketulusan hati ku. 

Kini di atas pusaramu, saya teramat rindu
hanya doa dan air mata cintaku
yang akan senantiasa mengalir untuk membalas cintamu
Dalam penyesalan yang senantiasa tiba memburu 
bersama butiran air mataku
aku cuma berdoa mudah-mudahan ibuku berada dalam pangkuan 
tuhan menyerupai ia memangku dikala saya masih kecil.

Ibu saya teramat rindu pada mu
cintaku senantiasa untuk mu ibu ku.


By. Akhmad Solihin, 2020


Gambar : Pixabay.com

Post a Comment

0 Comments