Inilah Ancaman Gula Bagi Pendidikan Anak Usia Dini (Paud)

PAUD-Anakbermainbelajar----Bunda, Pendidik dan pengasuh PAUD, pernahkah menghadapi anak/peserta didik yang terlalu aktif bergerak, hingga anak terlihat liar dan terlihat sulit diatur, padahal anak ini tidak mempunyai riwayat hiperaktif?

Pernah terjadi kebisingan menyerupai hal ini di beberapa forum PAUD, selidik punya selidik, biang keladinya ternyata yaitu gula. Lho kenapa Gula?

Kayla yang sekolah di salah satu forum PAUD, pagi-pagi sekali sudah minta dibelikan Ice Cream, alasannya yaitu takut Kayla menangis orang tuanya terpaksa memberikannya, sebelum berangkat sekolah Kayla sudah menghabiskan 2 batang Ice Cream, di sekolah PAUD Mamah Kayla menitipkan lagi satu buah Ice Cream biar disimpan di lemari ES buat siang, namun belum hingga siang sekitar jam 9 waktu istirahat Kayla merengek minta diambikan Ice Creamnya. Sekejab saja Ice Cream sudah habis, berikutnya bisa ditebak apa yang terjadi dengan Kayla, sehari sarat Perilaku Kayla sungguh sulit dikontrol biar damai belajar. 

Dari aneka macam sumber dan observasi dikenali bahwa pada biasanya gula pada anak sungguh berbahaya. Bahaya Kebanyakan Gula Bagi Anak banyak sanggup mengakibatkan beberapa masalah, menyerupai perkara perilaku, gigi berlubang, kegemukan, dan diabetes.

Perilaku anak yang menyibukkan akhir kelebihan gula di forum PAUD menyerupai Kayla atau yang bunda pendidik sering peroleh pada anak lainnya, terkait dengan akhir lemah otak anak alasannya yaitu konsumsi gula yang berlebihan. 

Anak yang mengonsumsi gula berlebih bisa mengalami risiko lemah otak. Ia bisa saja kesusahan menangkap pelajaran. Tak cuma itu saja, anak dengan kelebihan asupan gula juga akan lebih gampang marah, emosi dan depresi. Perasaan anak dengan konsumsi gula berlebihan kesannya sungguh sulit dikontrol biar lebih tenang.

Anak yang terlalu berlebihan konsumsi gula akan merasa gampang lapar. Ini alasannya yaitu glukosa berlebih dalam tubuh bisa menghalangi hormon leptin yang berfungsi memberi sinyal pada tubuh bahwa tubuh sudah kenyang dan saatnya menghentikan makan. Anak yang tidak dapat dikontrol asupan gulanya, kemungkinan besar ia juga akan kesusahan dikontrol asupan makanan lainnya. Maka jangan heran Kayla yang kelebihan gula akan merengek-rengek minta makanan alasannya yaitu merasa sungguh lapar. Padahal dari sisi usianya Kayla sudah kelebihan berat badan.  

Anak Makan Makanan Tinggi Gula. Sumber Foto: nakita.grid.id

Tanpa disadari, banyak makanan maupun minuman yang dimakan anak mengandung gula dalam kadar yang tinggi. Misalnya Ice Cream, jus buah kemasan, biskuit, permen, kue, minuman bersoda, hingga saus tomat. Selain itu, kandungan gula pada susu untuk anak juga perlu diperhatikan, khususnya susu dalam bungkus yang mempunyai beraneka ragam jenis perasa buatan. Orangtua sebaiknya menampilkan susu tanpa atau rendah gula untuk menyingkir dari pengaruh buruk kelebihan gula pada anak.

Sebenarnya gula ialah salah satu sumber energi yang dibutuhkan Anak Usia Dini. Namun dalam kadar yang berlebih, gula justru dapat menjadi ancaman dan sanggup membahayakan kesehatan anak. Risiko ancaman kepada kesehatan juga meningkat, apabila kebiasaan mengonsumsi gula berlebih dibiarkan hingga anak menjadi dewasa.

Berikut beberapa efek Gula Berlebih pada Anak Usia Dini, ancaman asupan gula berlebih pada anak yang dapat saja terjadi seperti:

1. Kerusakan gigi

Bahaya pertama di saat anak berlebihan konsumsi gula yaitu risiko gigi berlubang dan rusak kian besar. Anak usia dini yang kelebihan gula terlebih tidak mau sikat gigi dengan baik, akan sungguh berisiko mengalami kerusakan gigi yang cukup parah. Saat makanan yang mengandung gula melekat di gigi, maka kerusakan gigi bisa saja terjadi. Terlebih apabila si Kecil tidak sudah biasa untuk membersihkan giginya secara teratur, dengan baik dan benar.


2. Mengalami obesitas

Anak usia dini yang mengonsumsi gula berlebih juga akan berisiko obesitas berkali-kali lipat lebih besar dari anak yang mengonsumsi gula secukupnya. Beberapa observasi mendapatkan bahwa bawah umur yang mengonsumsi gula berlebihan akan mengalami obesitas atau kegemukan. Tak cuma anak-anak, orang pintar balig cukup akal yang kelebihan konsumsi gula juga bakal mengalami obesitas. Berdasarkan suatu penelitian, 8 dari 100 anak di Indonesia menderita obesitas. Penyebab obesitas pada anak bisa bermacam-macam, mulai dari kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat, tergolong konsumsi gula berlebih. Dalam jangka panjang, obesitas sanggup menyebabkan penyakit jantung, kolesterol dan tekanan darah tinggi, gangguan tulang, serta gangguan mental, menyerupai lebih rentan mengalami stres dan kurang yakin diri.


3. Menderita penyakit diabetes

Anak yang mengonsumsi gula berlebih akan berpeluang mempunyai risiko diabetes lebih besar. Ia juga akan lebih gampang terjangkit aneka macam penyakit yang lain di saat ia pintar balig cukup akal kelak. Tidak cuma mengembangkan risiko terjadinya obesitas saja, konsumsi gula berlebih pada anak usia dini juga sanggup mengembangkan risiko terkena penyakit diabetes yang sungguh berbahaya.


Cara Mengatur Takaran Gula Untuk Anak

Orang bau tanah perlu mengenali takaran gula yang kondusif bagi anak. Anak usia 2-18 tahun, cuma diperbolehkan memperoleh kurang dari 25 gram atau 6 sendok teh pelengkap gula per harinya. Konsumsi gula semestinya tidak lebih dari 10% total kalori setiap hari.

Dianjurkan untuk membiasakan anak mengonsumsi aneka macam sumber karbohidrat yang mengandung gula alami, menyerupai sayur, buah, dan susu. Meski demikian, susu juga sebaiknya diberikan secara hati-hati pada anak-anak.

Untuk menangkal efek buruk kelebihan asupan gula pada anak, orang bau tanah sanggup menampilkan susu 0% sukrosa atau bebas gula. Selain itu, orang bau tanah juga mesti memerhatikan kandungan nutrisi dalam susu yang diberikan pada Si Kecil. Misalnya pada anak usia 1-3 tahun, perlu diberikan susu pertumbuhan dengan nutrisi yang lengkap untuk menunjang berkembang kembangnya.

Selain bebas gula, penting memutuskan susu yang mengandung aneka macam nutrisi yang dapat mendukung pertumbuhan Si Kecil, seperti:

1. DHA
Saat memutuskan susu untuk anak, pilih susu yang mengandung DHA. Sebab kandungan DHA bisa menolong pertumbuhan otak dan kesanggupan kognitif anak dengan baik.

2. Beta glucan
Kandungan beta glucan yang terdapat pada susu bisa mengembangkan daya tahan tubuh anak.

3. Vitamin B kompleks
Susu pertumbuhan yang mengandung aneka jenis vitamin B, mulai dari B2, B3, B3, B6, hingga B12, menenteng aneka macam macam faedah kesehatan untuk anak. Selain mengembangkan metode metabolisme tubuh, vitamin-vitamin ini juga baik untuk kesehatan saraf dan metode sirkulasi darah.

4. Prebiotik
Kandungan prebiotik menyerupai PDX-GOS dalam susu, penting untuk mempertahankan kesehatan akses cerna anak usia dini. Prebiotik ialah sumber nutrisi untuk kuman baik di pencernaan.  

5. Zinc
Pilihlah susu mengandung zinc yang dibutuhkan dalam pertumbuhan anak. Asupan zinc yang tidak terpenuhi dengan baik sanggup menghalangi pertumbuhan anak usia dini dan mengakibatkan berat tubuh kurang.

Penting bagi orang bau tanah dan pengasuh di Taman Pengasuhan/penitipan Anak (TPA) untuk memerhatikan asupan gula yang mencukupi pada anak. Tetapi mesti diamati asupan gula yang berlebihan biar tidak mengusik berkembang kembang anak. Ajarkan juga anak usia dini untuk mengonsumsi makanan dengan nutrisi yang seimbang, berkala berolahraga, dan istirahat bobo yang cukup ya....


Demikian ya bunda wacana Dampak dan ancaman gula berlebih pada Anak PAUD, mudah-mudahan berharga untuk menolong mengembangkan berkembang kembang bawah umur kita di lembaga-lembaga  PAUD. Terimakasih sudah berkunjung di blog PAUD Anak Bermain Belajar ini. Wassalam.

Post a Comment

0 Comments