Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) Di Era Pandemi Covid-19 Bag I

PAUD-Anakbermainbelajar---Seperti kita ketahui, aneka macam negara di dunia, tengah dikejutkan dengan wabah sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus berjulukan corona atau lebih dipahami dengan perumpamaan covid-19 (Corona Virus Diseases-19). Virus ini mulanya mulai meningkat di Wuhan, China. Wabah virus ini memang penularannya sungguh cepat menyebar ke aneka macam negara di dunia. Sehingga oleh World Health Organization (WHO), menyatakan wabah penyebaran virus covid-19 selaku pandemi dunia di saat ini. Pandemi Covid-19 yang terjadi nyaris diseluruh dunia, mempengaruhi aneka macam sektor kehidupan, khususnya sekali sektor pendidikan. Diberbagai negara tergolong juga di Indonesia pemerintah terpaksa mengambil aneka macam langkah-langkah persiapan dengan mengeluarkan pergantian kebijakan pendidikan yang menyesuaikan dengan kebijakan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini. 

 tengah dikejutkan dengan wabah sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus berjulukan corona a PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) DI MASA PANDEMI COVID-19 BAG I

Pemerintah sudah menerapkan kebijakan Work From Home (WFH). Kebijakan ini merupakan upaya konkret yang dipraktekkan terhadap penduduk agar sanggup mengakhiri segala pekerjaan di rumah. Pendidikan di Indonesia pun menjadi salah satu bidang yang terdampak jawaban adanya pandemi covid-19 tersebut. Dengan adanya pembatasan interaksi, Kementerian Pendidikan di Indonesia juga mengeluarkan kebijakan merupakan dengan meliburkan sekolah dan mengubah proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan metode dalam jaringan (daring). Dengan menggunakan metode pembelajaran secara daring ini, kerap kali timbul aneka macam perkara yang dihadapi oleh siswa dan guru, menyerupai materi pelajaran yang belum final disampaikan oleh guru kemudian guru mengubah dengan kiprah lainnya. Hal tersebut menjadi ganjalan bagi penerima didik lantaran kiprah yang diberikan oleh guru lebih banyak. 

Salah satunya yang sungguh konkret kita rasakan terkait kebijakan pemerintah merupakan kebijakan physical distancing untuk memutus penyebaran wabah, memaksa pergantian dari pendidikan formal di dingklik sekolah menjadi berguru dari rumah, dengan metode online atau daring, dalam skala nasional. Bahkan, cobaan nasional tahun ini terpaksa ditiadakan, diganti dengan cobaan sekolah yang juga diharuskan dengan metode jarak jauh (online/daring).

Dampak yang dicicipi bagi orang bau tanah dan Peserta Didik

Kebijakan pendidikan model Pandemi Covid-19 ini, nampaknya mengganti muka dan kondisi pendidikan di lembaga-lembaga PAUD dan dimasyarakat. Hampir semua orangtua di Indonesia pada di saat ini, tergolong saya selaku orang bau tanah yang memiliki anak di Usia Dini juga mesti kebagian tanggung jawab yang lebih besar untuk mendampingi anak kami berguru dan bermain di rumah (konsep PAUD bermain dan belajar). Kami dan banyak orangtua yang lain mesti mengakui bahwa menjalankan beberapa jadwal acara PAUD dan menemani bawah umur melakukan tugas-tugas sekolahnya ternyata tidak semudah yang dibayangkan, ada beberapa hal yang mesti betul-betul dipahami apalagi dulu terkait kemajuan dan kenaikan kesanggupan anak baik secara fisik maupun fhisikis anak.

Akhirnya memang sungguh sungguh terasa bahwa jerih payah para guru dan pendidik PAUD selama ini sungguh pantas diapresiasi. Di tengah pembatasan sosial jawaban wabah covid-19, guru pendidik PAUD mesti tetap bergairah memamerkan ilmu pengetahuan. Memang nyaris tidak ada yang menyangka, dan tidak disangka-sangka muka pendidikan Anak Usia Dini juga akan berubah drastis jawaban pandemi covid-19 ini. 


Tantangan Pendidikan Anak Usia Dini

Jika sebelum munculnya pandemi covid-19, desain sekolah atau berguru di rumah (home-schooling) tidak pernah menjadi arus utama dalam ihwal pendidikan nasional. Meski makin populer, penerapan pembelajaran online (online learning dan daring) selama ini cuma terbatas pada Universitas Terbuka, jadwal kuliah bagi karyawan di sejumlah universitas dan kursus-kursus perhiasan (online courses), nampaknya juga mesti makin terkenal dipraktekkan dalam Pendidikan Anak Usia Dini.

Tetapi kenyataannya metode pendidikan online PAUD pun tidaklah mudah. Di samping disiplin orang bau tanah dan anak untuk sanggup melaksanakan pembelajaran secara sanggup bangun diatas kaki sendiri di rumah, juga mesti ada akomodasi dan sumber daya (IT) mencukupi yang mesti ditawarkan di rumah.

Kami selaku orang bau tanah bersyukur masih bisa memfasilitasi anak kami untuk pendidikan jarak jauh, namun saya mendengar ganjalan banyak orangtua lain, tergolong juga guru dan tenaga pendidik yang mengalami kesusahan fasilitas dan prasarana, baik dalam menawarkan perangkat berguru menyerupai ponsel dan laptop maupun pulsa untuk koneksi internet yang tergolong mahal untuk ukuran penghasilan/gaji mereka. Dengan kondisi menyerupai ini, mungkin masih banyak orangtua kesusahan menawarkan peluang pendidikan yang maksimal bagi bawah umur mereka. Dalam suasana yang lebih buruk, orangtua mungkin mesti dihadapkan pada opsi dilematis: memberi makan keluarga atau membiayai pendidikan bawah umur mereka.

Termasuk, memutuskan keberlangsungan pendidikan bawah umur mereka. Di segi lain, pemerintah juga perlu memperhatikan juga perlu memperhatikan nasib para guru dan tenaga pendidik PAUD, khususnya guru dan tenaga pendidik PAUD swasta maupun honorer (termasuk guru tidak tetap), lantaran ketiadaan proses berguru mengajar di sekolah, secara pribadi dan tidak langsung, juga menurunkan pendapatan mereka.

Dibalik sebuah perkara yang melanda pastinya ada segi baik dan nasihat yang dapat kita ambil. Hikmah dari kondisi ini salah satunya merupakan penggunaan media menyerupai handphone atau gadget yang selama ini menjadi momok perkara bagi kemajuan anak, sanggup diatur menjadi sesuatu yang positif untuk keperluan berguru anak. Peran orang bau tanah akan kian meningkat dalam melaksanakan pengawasan terhadap penggunaan gadget. Hal tersebut memamerkan efek yang positif bagi anak, dalam mempergunakan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat. Anak condong akan menggunakan handphone untuk mengakses aneka macam sumber gunjingan positif dalam pengawasan orang bau tanah tentunya. Sehingga akan menghasilkan anak terhindar dari penggunaan gadget pada hal-hal negatif.


 Contoh Kegiatan Belajar di rumah oleh orang bau tanah dan anak

Mengenalkan benda karam dan terapung di air
Tugas sekolah diantarkan lewat media smarthphone WhatsApp

Video Via Youtube






Post a Comment

0 Comments